Tembus Rp135 ribu, Penjual Daging Khawatir Daya Beli Masyarakat Turun

wartasiger.id, Bandar Lampung — Menjelang Ramadhan April 2022, harga daging sapi disejumlah pasar Traditional di Bandar Lampung mulai merangkak naik. Hal tersebut berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

Kenaikan banderol daging sapi awal Maret diproyeksikan Rp5 ribu sampai dengan mencapai Rp12 ribu per kilogram (Kg) itu tidak hanya dikeluhkan konsumen, namun juga dikhawatirkan penjual karena berpotensi merugi.

Pantauan di Pasar Traditional Pasir Gintung dan Pasar Tugu Tanjung Karang Timur, harga daging sapi sudah naik Rp11.500 dan Rp12.000 Kg sepekan terakhir di Bulan Februari.

Saat diwawancarai salah satu pedagang daging Pasar Pasir Gintung, Hen Yopi mengaku omset penjualan daging mulai berkurang ditengah kenaikan harga.
“Sudah berkisar empat hari lalu, harga daging naik Rp135 ribu/Kg, yang sebelumnya bisa jual Rp115 sampai Rp120 ribu. Ini pun pembelinya mulai berkurang karenakan selisih harga,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Ismail (32) pedagang Daging Sapi di Pasar Tugu, menurutnya kenaikan harga dari petani dan peternak sapi yang menjual pasaran sapi dan biaya potong yang tinggi. Dan kegagalan panen pada sapi import Australia.

“Dari sananya sudah naik, sapi kampung dari peternaknya naik, daging sapi import juga naik. Jadi mau nggak mau pedagang naikin harganya juga, kalau konsumen menjerit apalagi kami penjual. Bisa-bisa kurang laris,” ungkap Ismail kepada.

Ismail mengatakan penurunan daya beli masyarakat kota Bandar Lampung sudah dipicu dampak pandemik Covid-19. Dengan kenaikan harga daging ditengah kelangkaan minyak goreng, dikhawatirkan penjual daging merugi.

“Apalagi wedding ditunda, kantin juga udah jarang yang menu daging. Penjualan ini masih dibantu langganan dari pedagang bakso eceran. Itu juga belinya nggak tiap hari, paling 10 kg itu 2 hari sehari. Yang dikhawatirin kalo daging ini sisa, kalau lama di es kulitasnya jadi turun, akhirnya jualnya murah,” Ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan kota Bandar Lampung Wilson Faisol mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga, dan berharap adanya kebijakan pusat untuk dapat menekan harga daging sapi agar tetap normal.

“Pengendali tidak bisa dengan pasar murah daging, mungkin hanya dimonitor saja harga daging. Nanti kita lihat intruksi pusatnya seperti apa,” ujarnya, belum lama ini.

Naiknya harga daging sapi, ujar Wilson, lantaran adanya kegagalan panen sapi di Australia, sehingga harga saat ini naik dipasaran baik tradisional maupun modern.
“Daging sapi lokasi juga ketersediaannya sedikit, begitu juga daging sapi impor berkurang. Sementara permintaannya banyak sehingga harganya menyesuaikan,” katanya.

Menurutnya, naiknya harga daging sapi tersebut sejak dua minggu terakhir dipasaran. Dan berdasarkan pantauan dinas perdagangan pada website siagabapokbandarlampung.id harga daging sapi yang masih dijual dengan harga Rp125 ribu per kilogram yakni di Pasar Cimeng, Kangkung dan Pasir Gintung. Sementara, di Pasar Tugu Rp130 ribu per kilogram kemudian di Pasar Panjang naik lima ribu menjadi Rp135 ribu per kilogramnya.(WS-2)

Posting terkait